AgamaRencana

Sembilan Persiapan Menyambut Ramadhan

Alhamdulillah, segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Selawat dan salam atas junjungan mulia Nabi Muhammad Sallallahualaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Keutamaan Ramadhan tidak kita sangsikan; dari keberkahan, pahala suatu amal yang dilipat gandakan, dan keampunan. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa yang terhalang kebaikan darinya, sesungguh ia orang yang paling rugi. Oleh itu setiap muslim harus merasa gembira saat ketibaan Ramadhan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepada para sahabatnya,

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh berkah. Bulan yang Allah jadikan puasa di dalamnya fardhu (kewajiban). Pada bulan itu, pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dibelenggu pemimpin setan, dan di dalamnya Allah memiliki 1 malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang diharamkan dari kebaikannya maka sungguh dia telah benar-benar diharamkan kebaikan.” (HR. Al-Nasai dan al-Baihaqi, Shahih al-Targhib, no. 985)

Berikut ini beberapa bekal yang layak disiapkan untuk menyambut Ramadhan Al Mubarak:

PERTAMA.  Sentiasa berdoa kepada Allah agar melanjutkan usia kita kepada bulan yang mulia ini dalam keadaan sihat dan sejahtera. Sehingga dapat mengisi Ramadhan dengan berpuasa, solat, zikir, tilawah, dan amal-amal soleh lainnya dengan maksima. Sebahagian ulama salafus soleh berdoa kepada Allah agar disampaikan mereka kepada Ramadhan. Lalu mereka berdoa agar Allah berkenan menerima amal ibadah mereka.

Mu’alla bin Al-Fadhl – ulama tabi’ tabiin – mengatakan,

كانوا يدعون الله تعالى ستة أشهر أن يبلغهم رمضان يدعونه ستة أشهر أن يتقبل منهم

“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadan. Kemudian, selama enam bulan sesudah Ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif: 264)

KEDUA.  Menjaga hati terhadap sesama kaum muslimin. Jangan sampai ada kebencian dan permusuhan antara sesama saudara muslim. Diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

إِنَّ اللهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مَشَاحِن

“Sesungguhnya Allah menilik pada malam nishfu (pertengahan) Sya’ban, lalu mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan terhadap saudaranya.” (HR. Ibnu Majah dan dihassankan oleh Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah no. 1144 dan Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 1016)

KETIGA.  Memperbanyakkan puasa dan membiasakan ibadah di bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan oleh manusia dan segala amalan anak adam diangkat kepada Allah, memperbanyak puasa di bulan Sya’ban juga sebagai persiapan awal menyambut Ramadhan. Hal ini akan menjadikan seorang muslim terasa lebih ringan saat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan pada siangnya dan amalan qiam pada malamnya.

KEEMPAT.  Menitik beratkan amalan wajib, seperti solat berjemaah lima waktu di awal waktu dan berjalan kaki ke masjid untuk solat berjemaah dalam keadaan suci berwuduk agar setiap langkah kita berpahala dan menjadi penghapus dosa.

KELIMA.  Menambahkan ilmu pengetahuan dengan cara membaca dan mempelajari hukum berkaitan puasa dari berbagai kitab, rakaman ceramah para ulama dan dai.

KEENAM.  Sentiasa bertadarus Al-Quran, membaca dan memahami maknanya dan lebih utama jika mampu mengkhatamnya di bulan Sya’ban. Jika ini dilakukan, InsyaAllah akan membuatnya ringan mengkhatam Al Quran di bulan Ramadhan.

KETUJUH.  Solat malam yang mana juga turut menjadi bekal yang tidak boleh diringankan. Kerana hadis nabi menyebutkan keutamaan beribadah pada malam bulan Ramadhan dengan berqiamullail dan solat tarawih dijanjikan pahala yang besar di sisi Allah.

KELAPAN.  Zikrullah, dengan zikrullah ini seorang muslim akan dipermudahkan dalam menjalankan berbagai aktiviti ibadahnya. Ini meningkatkan kembali amalan zikir harian yang bersifat khusus dan umum seperti zikir selepas solat, zikir pagi dan petang hari, zikir menjelang tidur, memperbanyak istighfar di waktu sahur dan selainnya. Ia membiasakan zikir dengan lisannya di mana saja ia berada kecuali di tempat-tempat yang dilarang seperti di dalam tandas dan di saat jima’. Firman Allah:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS. Al-Anfal: 45)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda dalam nasihat umumnya, “Lisanmu senantiasa basah kerana sebab Zikrullah.” (HR. Ahmad, Al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

KESEMBILAN.  Membiasakan diri dengan akhlak yang baik dan menjauhi sifat-sifat yang tercela. Ini boleh dilakukan dengan cara menambahkan pembacaan kitab-kitab adab (akhlak).

Inilah beberapa amalan yang harus dipersiapkan untuk menyambut bulan yang mulia ini iaitu bulan Ramadhan yang penuh dengan barakah. Membuat persiapan adalah bukti nyata adanya rasa kecintaan atas kehadiran Ramadhan. Sesiapa yang ingin mendapatkan hasil tuaian yang baik sudah pastilah ia harus menyiapkan bekalan-bekalannya. Wallahu Ta’ala A’lam.

Komen Facebook
Tag
Seterusnya

Artikel Berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker